Waspadai Pergaulan Bebas Remaja

pergaulan bebas

SERANG – Diusianya yang masih labil dan mudah terbawa arus negatif, remaja kerap tidak berpikir panjang terkait dampak hubungan seks di luar nikah.

Untuk itu, orangtua perlu mewaspadai dampak pergaulan bebas remaja dengan pendekatan yang baik.

Hal ini dikatakan Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Serang Refausy Baygas, kepada Radar Banten, usai membuka rapat rencana kerja BKBPP Kabupaten Serang di kantornya.

Menurutnya, remaja memiliki masalah berat seiring dengan masa transisi yang dialami. Beberapa masalah yang menonjol di kalangan remaja, yaitu seks di luar nikah. Hal ini akan berujung pada aborsi yang berdampak terhadap tingginya angka kematian ibu.
“Usia yang menghadapi persoalan seperti ini umumnya usia antara 14-19 tahun,” kata Baygas.

Dalam kesempatan itu, Baygas melansir data dari Lembaga Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (LSKRRI) tahun 2002-2003 yang menyatakan bahwa remaja wanita yang pernah melakukan hubungan seks sebelum nikah alias tidak perawan lagi secara nasional mencapai 34,7% dari jumlah remaja di Indonesia 64 juta. Sedangkan, 700 remaja wanita pernah melakukan aborsi.
Lalu bagaimana remaja di Kabupaten Serang? Baygas mengaku belum mendapatkan data yang pasti soal remaja yang pernah melakukan hubungan seks di luar nikah di Kabupaten Serang. “Kami masih melakukan pendataan dan gerakan antisipasi dengan mendirikan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR),” kata Baygas. Radar Banten

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s