Relawan TIK Banten go to Baduy

Rabu, 9 Juni 2010 merupakan saat-saat patut ditulis dalam sejarah dimana masyarakat Baduy di pedalaman Kab. Lebak Prov. Banten yang selama ini dikenal sebagai masyarakat yang masih tergolong sebagai Suku Terasing kini mereka sudah dapat mengenal Internet.  Relawan TIK Provinsi Banten turut serta berperan aktif dalam kegiatan Pelatihan Internet Baduy bersama dengan rekan-rekan dari Dishubkominfo Provinsi Banten. Jika masyarakat Baduy saja sudah mengenal Internet bagaimana nih dengan masyarakat perkotaan? Jika masih ada yang belum bisa menggunakan Internet apa nggak malu? Pada hari itu telah diresmikan beroperasinya Community Access Point (CAP) berupa 10 Unit Komputer dengan Koneksi Internet menggunakan Teknologi VSAT yang di fasilitasi oleh PT. Telkom. Peresmian dilakukan oleh Sekda Provinsi Banten Bapak Ir. H. Muhadi, MSP dengan dihadiri oleh sejumlah pejabat Provinsi Banten, Kabupaten Lebak dan PT. Telkom. Peresmian ditandai dengan penyerahan secara bibit Pohon penghijauan kepada tetua adat Baduy Luar dan Baduy Dalam dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti.

Fasilitas CAP tersebut di tempatkan di SD Negeri 1 Bojongmenteng yang terletak di perbatasan Baduy Luar dan Baduy Dalam. Ingin mengetahui lebih jauh tentang Baduy? Buka saja situsnya http://www.kampungbaduy.com/

One response to “Relawan TIK Banten go to Baduy

  1. Maaf ya sob, terus terang saya kurang setuju dengan pelatihan internet kepada Urang Kakekes. Masalahnya desa Kanekes itu kan menjadi unik dan menarik justru karena warganya yang masih memegang teguh tradisi mereka. Keaslian adat dan perikehidupan suku Baduy justru harus dilestarikan sebagai asset budaya Banten. Mereka juga berhak mempercayai agama dan mempertahankan budaya leluhur mereka. Jadi biarkan saja mereka berkembang secara alami tanpa intervensi dari luar. Walaupun tidak sekolah, saya tahu mereka tidak bodoh. Kesederhanaan dan adalah pilihan dan gaya hidup mereka. Terlalu naif bila kita menganggap Orang Baduy sebagai suku terasing yang terbelakang. Nyatanya walaupun mereka tidak sekolah, tapi mereka lebih bijak dalam berinteraksi dengan alam sekitarnya. Tidak seperti kita yang berpendidikan tinggi tapi tak bisa hidup berdampingan dengan alam secara harmonis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s