Kemenkominfo Gagas Relawan Telematika

Logo relawan telematika

Logo relawan telematika

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggagas pembentukan relawan telematika yang bertugas melakukan sosialisasi penggunaan internet secara sehat, hingga perbaikan-perbaikan masalah teknis internet.
Relawan telematika nantinya ditampung dalam suatu wadah atau organisasi sendiri tidak di bawah Kemenkominfo, dan jenjang organisasinya akan terstruktur jelas hingga ke tiap-tiap provinsi di Indonesia
“Kami sudah merintis pembentukan relawan telematika sejak dua tahun lalu dan hingga saat ini sudah ada sekitar 150 anggota,” kata Direktur Pemberdayaan Telematika Kemenkominfo Bambang Soeprijanto seperti dikutip Antara usai membuka sosialisasi “Internet Sehat Aman” dengan tema “Insan Goes to Campus” di Gedung Prof Sudarto Universitas Diponegoro Semarang yang diikuti ratusan pelajar berbagai sekolah di Semarang, Jumat (19/11).

Dia menjelaskan relawan telematika itu akan mendapatkan berbagai pelatihan yang nantinya diaplikasikan dalam tugas, seperti edukasi penggunaan internet, mengatasi problem jaringan internet, dan sebagainya.

Relawan telematika, kata dia, akan dibagi dalam tiga kategori atau tingkatan, yakni hijau, kuning, dan merah yang memiliki spesifikasi tugasnya tersendiri, tingkatan hijau untuk melakukan sosialisasi dan edukasi.

“Tingkatan kuning untuk melakukan technical suppport berbagai perangkat jaringan internet, dan tingkatan merah disiapkan membantu penanganan bencana melalui bantuan perangkat dan jaringan internet,” katanya.

Pembentukan relawan telematika, kata Bambang, secara umum meru-pakan bentuk pendekatan sosial kepada masyarakat terkait penggunaan internet secara sehat dan aman, serta menggali sisi-sisi positif internet

Tahun ini tengah disiapkan pembentukan pengurus tingkat nasional dan tahun depan direncanakan akan ada pembentukan di tingkat provinsi untuk mengatasi berbagai permasalahan terkait penggunaan internet,” katanya.

Bambang mengakui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, termasuk internet menimbulkan berbagai persoalan yang merugikan masyarakat atau pengguna internet, mulai pornografi hingga penipuan.

“Sebenarnya, aksi penipuan lewat internet bisa diantisipasi dengan pemahaman dan pembelajaran pada masyarakat Internet hanya objek, subjeknya tetap pengguna sehingga tidak bijak jika objek disalahkan,” katanya.

Perkembangan iptek, termasuk internet, kata dia, harus ditindaklanjuti dengan perkembangan pola dan materi edukasi yang pada masyarakat sehingga tidak merasa kaget dan telah memiliki berbagai langkah antisipatif.

“Dengan penguasaan berbagai langkah antisipatif dan pemahaman perkembangan internet, maka tidak akan ada lagi korban penipuan atau tindakan kriminal lain yang menggunakan media in-ternet,”ujarnya.

Internet Keluarga

Telkom Divisi Regional Jawa Timur menggandeng kalangan per-guruan tinggi, elemen masyarakat dan komunitas sosial, untuk mengampayekan gerakan internet keluarga.

Kampanye itu dimulai dengan menggelar pelatihan internet keluarga secara gratis di kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya, Sabtu (20/11).

Pelatihan internet yang berlangsung selama empat hari setiap Sabtu dan Minggu itu, diikuti sekitar 400 peserta yang terbagi dalam beberapa sesi. Peserta pelatihan terdiri atas ibu rumah tangga, guru, dan remaja masjid.

Selain UPN. dalam pelatihan ini Telkom Jatim juga menggandeng Ikatan Guru Indonesia (IGI), komunitas blogger Surabaya dan Gerakan Internet Sehat, serta elemen masyarakat lainnya.

“Sudah semestinya mereka bisa memanfaatkan internet untuk meningkatkan kualitas pekerjaannya,” kata Genera] Manager Telkom Jatim Joko Raharjo.

Menurut Joko, selama ini gaung yang terdengar di masyarakat masih kurang seimbang, antara dampak positif dan negatif dari penggunaan internet

“Bahkan, ada kecenderungan internet menjadi sesuatu yang menakutkan bagi orangtua, terutama maraknya laman jejaring sosial,” tambahnya.

Dia menambahkan, gerakan internet keluarga yang dikampanyekan Telkom akan memberikan pembelajaran mengenai banyaknya manfaat dari internet, baik untuk pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga kalangan guru.

“Sejalan dengan pesatnya kemajuan teknologi, kita tidak bisa membiarkan masyarakat ketakutan terhadap dampak negatif internet” ujar Joko Raharjo.

Kegiatan pelatihan ini merupakan rangkaian program edukasi internet keluarga dan puncaknya akan digelar deklarasi gerakan internet keluarga pada Desember 2010, dengan melibatkan kepala daerah dan tokoh masyarakat Jatim. Sumber : http://www.antaranews.com

Berita Terkait :

Sisyanto Rushdjam – Ketua Relawan Telematika Banten

ketua relawan telematika banten

ketua relawan telematika banten

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s