Situs Mikroblog Buatan Al Jazeera

al jazeera microblogStasiun televisi Al Jazeera dalam bahasa Inggris baru-baru ini meluncurkan sebuah media sosial yang menjadi tempat “berkumpulnya” laporan dari masyarakat. Media sosial bernama The Stream itu bisa diakses melalui situs resmi Al Jazeera. “The Stream akan menjadi sesuatu yang baru dan unik,” kata Derrick Ashong, “pengasuh” The Stream yang juga pembawa acara. Ashong menjelaskan, The Stream adalah sebuah media sosial yang memiliki program acara sendiri dan ditayangkan setiap hari.

“Kami akan membawakan berita-berita terkini yang hangat diperbincangkan dan tentunya bersumber dari media sosial,” ujarnya. Beberapa tema acara yang akan digarap, misalnya wawancara dengan para blogger, menayangkan klip video yang diambil dari YouTube, dan menampilkan komentar yang muncul di Twitter dan Facebook secara bergulir.

Jika diamati, beberapa stasiun televisi di Indonesia juga telah mengembangkan konsep citizen journalism dengan menerima laporan atau berita dari masyarakat melalui kiriman video atau sekadar pesan pendek. Di situs stasiun televisi tersebut terdapat link untuk berbagi acara yang ditayangkan ke berbagai media sosial, seperti Facebook dan Twitter. Bedanya, mereka belum membuat komunitas tersendiri, semacam jejaring sosial, sehingga setiap pewarta bisa lebih terorganisasi. Dalam web community The Stream, para pewarta diajak untuk memperbaiki laporannya apabila ada kesalahan dari sisi etika jurnalistik dan melakukan rapat redaksi.

Ketika berbagai ide untuk acara The Stream di televisi bermunculan, misalnya diskusi tentang penghargaan Grammy atau membicarakan budaya pop ala Justin Bieber sampai kehadiran iPad 2, menurut Ashong, di sinilah diuji kecakapan The Stream untuk memilih tema yang paling bagus dengan menyeimbangkan besarnya peminat tema tadi dengan substansinya. Salah satu tantangan bagi Ashong dalam mengelola The Stream adalah mencegah media sosial ini agar tidak digunakan sebagai sarana mengolok-olok.

Menurut Direktur Program Al Jazeera, Paul Eedle, The Stream bisa menjadi cara untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang berkembang di masyarakat. “Sehingga pemirsa kita tidak akan beralih ke stasiun televisi lain,” katanya. “Dengan memiliki media sosial, Anda tidak hanya memiliki 55, tapi 5.500, bahkan 55 ribu mata dan telinga di lapangan.”

Selain stasiun televisi, pertokoan sudah mulai “menjajah” dunia media sosial supaya lebih dikenal masyarakat. Senin lalu, toko Walmart mengakuisisi perusahaan jejaring sosial Kosmix sebagai pembuka jalan untuk dapat menjual produknya secara online atau e-commerce.

Kosmix, yang didirikan Venky Harinarayan dan Anand Rajaraman, merupakan pionir untuk situs belanja online setelah Junglee diakuisisi Amazon.com pada 1998. Dengan hadirnya Kosmix, Walmart, yang beroperasi di 15 negara, bercita-cita menjadi grup baru yang menguasai bisnis sosial dan mobile melalui Walmart multi-channel. [BERBAGAI SUMBER]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s